Di sini; adalah taman yang menjelmakan kalimat-kalimat Tuhan tumbuh menjadi sajak dan mekar sebagai keabadian

Hari Kedua Ramadhan, Menu di Tanah Rantau

Oke, ini sangat keren sekali ketika awal bulan Ramadhan aku habiskan di kota perantauan. Kota yang kabarnya selalu menyimpan sejuta rindu dan mampu membuat orang-orang yang menginjakkan kaki di tanahnya akan merasakan jatuh cinta setiap saat. Dan oh yeah beybeh, itu benar sekali. Tak ku sangkal sedikit pun. Kota ini, Ngayogyakarta Hadiningrat adalah kota hebat yang selalu menebar wangi kerinduan, membuatku merasakan cinta dalam tiap dekade waktu dan pada hal apapun: pada suasananya; pada seninya; pada budayanya; pada sopan-santun warganya.

Mantili, kost yang ku huni ini sepi. Penduduknya sudah pulang kampung semua. Hanya tinggal aku dan mbak Lulu di kamar pojok dekat kamar mandi untuk penghuni lantai atas dan mbak Vita serta Yohana di kamar lantai bawah. Jangan bertanya kenapa aku tidak turut pulang kampung?  Alasannya absurd, ku rasa kalaupun diutarakan kalian akan mencemooh. Jadi diam saja.
Intinya sekarang aku sedang menikmati liburanku yang monotone dengan mengeram (seperti ayam petelur) di kamar kost yang sepi, mengganti channel tv tidak karuan, bolak-balik badan di atas tempat tidur seperti cacing gelisah, membaca beberapa buku kemudian melepasnya lagi, browsing macam-macam, dan tentu saja beberapa kali ke toilet.

Hari ini; hari kedua Ramadhan, aku masih melakukan rutinitas yang sama. Membosankan!
Sampai akhirnya terpikirkan untuk menghabiskan waktuku bercumbu dengan dapur saja lah. Masak sendiri untuk menu berbuka puasa. Kebetulan aku rindu menu masakan mamak. Jadi resep ini aku racik dengan beberapa bumbu khas rumahku.

Right; hari ini aku sedang malas bersajak. Jadi jangan harap post ini (akan) berisi puisi-puisi cengeng (lagi). Maaf kalau kalimat pembuka postingnya panjang lebar, padahal intinya hanya ingin mengunggah resep racikanku untuk menu buka puasa hari ini saja (seperti yang ku utarakan tadi).
Selamat mencoba, selamat makan, selamat Ramadhan, selamat berbuka puasa dan selamat karena kalian telah membaca postingan tidak jelas dari orang yang juga sedang tidak jelas hari ini.
Intinya aku cinta dapur, itu saja!

Untuk resep, klik di masing-masing  link di bawah ini:


2 komentar:

  1. pengalaman yang sangat menyenangkan,, mungkin saya tidak bisa jalan2 seperti diatas, namun resepnya saja cukup,,,,, mantab!
    baca juga, .
    KERANG KRISPI (Irlandia) +
    LAKSAN UDANG (Jepang)
    MIE HONGKONG

    BalasHapus